Minggu, 04 November 2012

MAKALAH "TEORI PRODUKSI"


BAB I
PEMBAHASAN

1.       Perusahaan
Perusahaan adalah institusi atau lembaga yang menggunakan dan mengorganisasikan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa. Perusahaan ada atau di adakan karena memanfaatkan faktor kelangkaan.
Perusahaan adalah tempat dimana, berbagai macam keahlian dan sumber daya yang saling mendukung untuk menghasilkan barang dan jasa yang di butuhkan dan di inginkan.
Perusahaan berfungsi sebagai penghasil barang dan jasa atau juga bisa berfungsi sebagai perantara antara produksi dan konsumen.
Perusahaan memiliki fungsi utama yaitu :
1.      Memproduksi macam dan sejumlah barang dan jasa.
2.      Sebagai perantara bahan baku bagi individu maupun perusahaan lainnya baik untuk di gunakan langsung atau sebagai bahan dasar setengah jadi.
3.      Hubungan yang saling memanfaatkan dan menguntungkan antara perusahaan dengan pemiliknya (antara pemilik modal dan memerlukan modal).
4.      Sebagai lembaga yang memanfaatkan dan memberikan kompensasi kepada faktor-faktor produksi yang di gunakan.
5.      Perusahaan biasanya berintikan orang-orang yang dapat memproduksi barang secara lebih ekonomis.
Organisasi atau lembaga yang di golongkan sebagai perusahaan dalam banyak literatur hanya terdiri atas 3 macam yaitu :
1.      Perusahaan perorangan (Proprietorship)
Perusahaan perorangan adalah perusahaan yang di miliki secara perorangan (single owner-a proprietor) yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas (unlimited liability). Tanggung jawab tidak terbatas maksudnya adalah semua harta yang di miliki adalah bagian yang tak terpisahkan dari resiko usaha yang di jalankan. Kelebihan dari tipe perusahaan ini adalah mudah untuk di bentuk dan sederhana dalam pengambilan keputusan serta relatif sangat terjamin kerahasiaannya. Sedangkan kekurangannya adalah relatif sulit untuk mendapatkan modal.
2.      Kerjasama Usaha – Persekutuan (Partnerships)
semisal CV dan Firma. Orang-orang yang tergabung dalam perusahaan ini beberapa diantaranya memiliki tanggung jawab tidak terbatas (unlimited liability). Bagi semua orang yang tergabung dalam perusahaan persekutuan ini sepakat untuk menanggung secara bersama-sama semua kewajiban yang terjadi(joint unlimited liability).
Beberapa keuntungan perusahaan ini adalah mudah untuk di dirikan, pengambilan keputusan cepat dan pengelola dapat mengambil uang tunai”kapan saja”. Sedangkan kelemahannya adalah relatif sukar untuk mendapatkan tambahan modal dari pihak ketiga atau pihak independen (misalnya Bank), adanya resiko kewajiban yang tidak terbatas atas pemilik/pengelola utama dan pengambilan tunai yang di perbolehkan dapat membuat keuangan perusahaan tidak terkontrol.
3.      Perseroan (Companies)
Perseroan adalah perusahaan yang di miliki oleh seorang atau lebih yang menjadi pemilik saham/sero perusahaan tersebut.
Keuntungan tipe perusahaan ini adalah adanya tanggung jawab terbatas, skala usaha relatif besar sehingga biaya modal memungkinkan untuk di tekan serendah mungkin untuk di percaya oleh pemilik pemodal baik dalam bentuk lembaga atau perorangan. Kelemahannya adalah stuktur manajemen yang kompleks menyebabkan pengambilan keputusan relatif lambat dan mahal.

Dalam beberapa literatur ekonomi dan perusahaan yang di pelajari di indonesia terdapat 1 lagi jenis usaha yang dianggap sama dengan perusahaan yaitu koperasi (Co-operation). Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.
Kelemahan koperasi adalah sulit mendapatkan modal dari lembaga keuangan untuk memperkuat stuktur modal.

2.       Teori Produksi
Teori produksi adalah studi tentang produksi atau proses ekonomi untuk mengubah faktor produksi (input) menjadi hasil produksi (output). Produksi menggunakan sumber daya untuk menciptakan barang atau jasa yang sesuai untuk digunakan.
Dalam teori produksi, produksi adalah suatu kegiatan untuk menambah nilai guna pada suatu barang. Produksi di ukur sebagai “tingkat hasil produksi (output) perperiode waktu” karena merupakan konsep aliran.
Ada 3 aspek proses produksi antara lain :
a)      Kuantitas barang atau jasa di hasilkan.
b)      Bentuk barang atau jasa di ciptakan, dan
c)      Distribusi temporal dan spasial dari barang atau jasa yang di hasilkan.
Proses produksi dapat di definisikan sebagai kegiatan yang meningkatkan kesamaan antara pola permintaan barang atau jasa dan kuantitas, bentuk ukuran, panjang dan distribusi barang atau jasa tersedia bagi pasar.

3.       Fungsi Produksi
Fungsi produksi adalah suatu persamaan yang menunjukan hubungan ketergantungan antara tingkat input yang digunakan dalam proses produksi dengan tingkat output yang di hasilkan. faktor-faktor produksi dikenal pula dengan istilah input dan jumlah produksi selalu juga disebut sebagai output.




Fungsi produksi secara matematis sebagai berikut :
Q = F (K,L,R,T)
Penjelasan :
Q = Jumlah output (hasil)
K = Kapital (Modal)
L = Labour (Tenaga Kerja)
R = Raw Material (Kekayaan)
T = Teknologi

4.       Faktor Teori Produksi
Dalam teori ini input atau sumber daya yang di gunakan dalam proses produksi disebut faktor-faktor produksi sebagai berikut :
a)      Manusia (Tenaga Kerja)
b)      Modal
c)      Sumber Daya Alam (Tanah)
d)     Skill (Teknologi)

4.1.  Teori Produksi Dengan Satu Faktor Berubah
Teori produksi yang sederhana menggambarkan tentang hubungan diantara tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. Dalam analisis tersebut bahwa faktor-faktor produksi lainnya adalah tetap jumlahnya, yaitu modal dan tanah jumlahnya di anggap tidak mengalami perubahan. Satu-satunya faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya adalah tenaga kerja
Hukum hasil lebih yang semakin berkurang


Hukum hasil lebih yang semakin berkurang menyatakan bahwa :
Apabila faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya (tenaga kerja) terus menerus ditambah sebanyak satu unit, pada mulanya produksi total akan semakin banyak pertambahannya, tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu produksi tambahan akan semakinberkurang dan akhirnya mencapai nilai negatif. Sifat pertambahan produksi seperti ini menyebabkan pertambahan produksi total semakin lambat dan akhirnya ia mencapai tingkat yang maksimum dan kemudian menurun”.
Hukum hasil lebih yang semakin berkurang menyatakan bahwa tenaga kerja yang digunakan dapat dibedakan dalam 3 tahap :
·      Tahap pertama : produksi total mengalami pertambahan yang semakincepat.
· Tahap kedua      : produksi total pertambahannya.
· Tahap ketiga      : produksi total semakin lama semakin berkurang.
TABEL 1.1
Hubungan jumlah tenaga kerja dan jumlah produksi
Tanah
(Hektar)
TenagaKerja
(orang)
TP
(unit)
MP

AP
Tahap
1
1
1
1
2
3
150
400
810
150
250
410
150
200
270
Pertama

1
1
1
1
1
4
5
6
7
8
1080
1290
1440
1505
1520
270
210
150
65
15
270
258
240
215
180
Kedua

1
1
9
10
1440
1300
-80
-140
160
130
Ketiga


        Dalam tabel 1.1 dikemukakan suatu gambaran mengenai produksi suatu barang pertanian di atas sebidang tanah yang tetap jumlahnya, tetapi jumlah tenaga kerjanya berubah-ubah. Dalam gambaran itu ditunjukkan bahwa produksi total yang ditunjukkan dalam kolom (3) mengalami pertambahan yang semakin cepat apabila tenaga kerja ditambah dari 1 menjadi 2, dan 2 menjadi 3. Maka dalam keadaan ini kegiatan memproduksi mencapai tahap pertama yang setiap tambahan tenaga kerja menghasilkan tambahan produksi yang lebih besar dari yang dicapai pekerja sebelumnya. Dalam analisis ekonomi keadaan itu dinamakan produksi marjinal pekerja yang semakin bertambah. Data dalam kolom (4) yaitu data produksi marjinal.Pada tahap pertama,apabila tenaga kerja di tambah dari 3 menjadi 4, kemudian 4 menjadi 5, kemudian 5 menjadi 6, dan seterusnya, produksi total tetap bertambah, tetapi jumlah pertambahannya semakin lama semakin sedikit. Tahap kedua, yaitu keadaan dimana produksi marjinal semakin berkurang. Pada Tahap ketiga, pertambahan tenaga kerja tidak akan menambah produksi total, yaitu produksi total berkurang. pada waktu tenaga kerja bertambah dari 7 menjadi 8, produksi total masih mengalami peningkatan, yaitu sebanyak 15 unit. Akan tetapi apabila satu lagi tenaga kerja ditambah dari 8 menjadi 9 pekerja, produksi total menurun. produksi total berkurang lebih lanjut apabila tenaga kerja menjadi 10.
4.1.1. Produksi Total, Produksi Rata-Rata Dan Produksi Marjinal
Produksi marjinal yaitu tambahan produksi yang diakibatkan oleh pertambahan satu tenaga kerja yang digunakan. Apabila ΔL adalah pertambahan tenaga kerja ΔTP adalah pertambahan produksi total, maka produksi marjinal (MP) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut :
Produksi rata-rata yaitu produksi yang secara rata-rata. Apabila produksi total adalah TP, jumlah tenaga kerja adalah L, maka produksi rata-rata (AP) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut :
Produksi Total yaitu  jumlah produksi yang dihasilkan oleh sejumlah tenaga kerja tertentu .
Keadaan dalam tahap ketiga ini menunjukkan bahwa tenaga kerja yang digunakan adalah jauh melebihi daripada yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan produksi tersebut secara efisien.
4.2 Teori produksi dengan dua faktor berubah
Dalam analisis yang berikut dimisalkan terdapat dua jenis faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya adalah tenaga kerja dan modal.

KURVA PRODUKSI SAMA (ISOQUANT)
Tabel 1.2
Gabungan tenaga kerja dan modal untuk menghasilkan 1000 unit produksi

Gabungan
Tenaga kerja
(Unit)
Modal
(Unit)
A
1
6
B
2
3
C
3
2
D
6
1








Gambar 1.1
Kurva Produksi sama


 








Keterangan:
Gabungan A menunjukan bahwa satu unit tenaga kerja dan 6 unit modal dapat menghasilkan produksi yang di inginkan tersebut. Gabungan B menunjukkan bahwa yang diperlukan adalah 2 unit tenaga kerja dan 3 unit modal. Gabungan C menunjukan yang di perlukan adalah 3 unit tenaga kerja dan 2 unit modal. Akhirnya gabungan D menunjukan bahwa yang di perlukan adalah 6 unit tenaga kerja dan 1 unit modal.
Kurva IQ dalam gambar di atas dibuat berdasarkan gabungan tenaga kerja dan modal yang terdapat dalam tabel diatas. Kurva tersebut dinamakan kurva produksi sama(isoquant). Ia menggambarkan gabungan tenaga kerja dan modal yang akan menghasilkan satu tingkat produksi tertentu. Dalam contoh yang dibuat tingkat produksi tersebut adalah 1000 unit. Di samping itu di dapati kurva IQ1, IQ2, IQ3yang terletak diatas kurva IQ. Ketiga-tiga kurva lain tersebut menggambarkan tingkat produksi yang berbeda-beda, yaitu berturut-turut sebanyak 2000 unit, 3000 unit dan 4000 unit (semakin jauh dari titik nol letaknya kurva, semakin tinggi tingkat produksi yang ditunjukan). Masing-masing kurva tersebut menunjukan gabungan-gabungan tenaga kerja dan modal yang diperlukan untuk menghasilkan tingkat produksi yang ditunjukkannya.
Kurva produksi sama atau isoquant, ia menggambarkan gabungan tenaga kerja dan modal yang akan menghasilkan satu tingkat produksi tertentu.
GARIS BIAYA SAMA (ISOCOST)
 





2
 
                                    A








Tenaga kerja
 
 


Dalam ilmu ekonomi, garis isocost adalah garis yang menggambarkan kombinasi input yang memberikan biaya (cost) sama. Garis isocost menggambarkan rasio antara upah buruh dengan kapital, dengan formula sebagai berikut:
rK+wL = C\,
Di mana w adalah upah buruh (wage), dan r merepresentasikan tingkat penyewaan kapital (rental rate of capital). Slope dari isocost adalah:
-w/r\,
atau rasio negatif antara upah dibagi dengan biaya sewa. Garis isocost dikombinasikan dengan garis isoquant untuk menentukan titik produksi optimal (pada tingkat output tertentu).

Untuk membuat analisis mengenai peminimuman biaya produksi perlulah dibuat garis biaya sama atau isocost.


Daftar istilah
·      Average product (AP)= produk total dibagi dengan jumlah unit input yangdigunakan.
·      Constant returns to scale (pengembalian yang konstan atas skala produksi) = bila semua input naik dalam proporsi tertentu dan output yang diproduksi naik dalam proporsi yang tepat sama.
·      Decreasing returns to scale (pengembalian yang menurun atas skala produks) = kasus dimana output yang bertambah secara proporsional lebih kecil daripada input.
·      Expansion path (jalur ekspansi) = tempat titik-titik ekuilibrium produsen akibat adanya perubahan pengeluaran total harga-harga faktor produksi dipertahankan konstan.
·      Increasing returns to scale (pengembalian yang meningkat atas skala produksi). Kasus dimana output bertambah dengan  proporsi yang lebih besar daripada input.
·      Isocline = tempat titik-titik pada berbagai isokuan dimana tempat substitusi input marjinal dari faktor produksi atau kemiringannya adalah konstan.
·      Isocost = menunjukkan semua kombinasi yang berbeda dari dua input yang dapat dibeli atau digunakan perusahaan, berdasarkan pengeluaran total dan harga-harga input.  
·      Isoquant = menunjukkan kombinasi yang berbeda dari dua input yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk memproduksi jumlah output tertentu.
·      Law of diminishing returns ( hukum hasil yang semakin berkurang) = bila lebih banyak unit input yang digunakan perunit waktu dimana  jumlah input lain tetap, produk marjinal dari input variabel menurun setelah melewati satu titik.
·      Long run (jangka panjang) = periode waktu dimana semua faktor produksi bersifat variabel.
·      Marginal product  (MP) = perubahan produk total perunit perubahan jumlah salah satu input yang digunakan.
·      Marginal rate of technical substitution(tingkat substitusi  input marjinal) = jumlah input yang bersedia dikorbankan perusahaan untuk menaikan jumlah input lain sebesar satu unit dan tetap berada pada isokuan yang sama.
·      Producer equilibrium = titik dimana seorang produsen memaksimumkan output dengan mengeluarkan total tertentu.
·      Production function (fungsi produksi). = suatu persamaan,tabel,atau grafik yang menunjukkan jumlah (maksimum) suatu komoditi yang dapat diproduksi perunit waktu untuk setiap kombinasi input alternatif,bila menggunakan teknik produksi terbaik yang tersedia .

Contoh soal 1.
Sebuah perusahaan mebel berproduksi dalam jangka dengan jumlah peralatan (mesin) tetap. Menajer perusahaan mengamati, bila jumlah tenaga kerja ditingkatkan secara bertahap dari 1 sampai 7 orang, jumlah output yang dihasilkan adalah 10,17,22,25,26,25,23.
a.       Hitunglah produksi rata-rata dan produksi marjinal?
b.      Apakah perusahaan mebel ini mengalami hukum pertambahan hasil yang semakin menurun (hukum LDR)? Jika ya, jelaskan faktor penyebabn
c.       ya?
d.      Gambarkan kurva-kurva produksi total, produksi marjinal,dan produk rata-rata!

Jawab:
Tenaga
kerja
Produksi
Total
Produksi
Marjinal
Produksi
Rata-rata
0
0
0
0
1
10
10
10
2
17
7
8,5
3
22
5
7,3
4
25
3
6,25
5
26
1
5,2
6
25
-1
4,16
7
23
-2
3,3
a)








b)  jika dilihat dari perubahan nilai produksi marjinal yang terus menurun bahkan mencapai negatif pada saat penggunaan tenaga kerja 6 orang, dapat disimpulkan dalam proses produksi perusahaan, berlangsung hukum pertambahan hasil yang semakin menurun. Akibat hukum ini, produksi  rata-rata juga menurun.
c)  penyebab berlangsungnya hukum LDR adalah adanya faktor produksi tetap yaitu peralatan (mesin), penambahan tenaga kerja pada akhirnya menyebabkan inefisiensi, karena rasio antara mesin dan tenaga kerja tidak ideal lagi.

d)





           
DAFTAR PUSTAKA

Putong, Iskandar. 2010. Economics Pengantar Mikro dan Makro. Jakarta: Mitra wacana media.
Sukirno, Sadono. 2011. Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Salvatore, Dominick.2006. Mikro Ekonomi. Jakarta:Erlangga.






2 komentar: